Belajar Saham

  • Whatsapp
Belajar Saham
Belajar Saham

Apa itu Saham ?

Belajar Saham, Saham adalah bukti kemilikan suatu individu/badan usaha pada sebuah perusahaan terbuka yang sahamnya tercatat dan ditransaksinkan di bursa efek. Jika nasabah membeli/memiliki saham dari suatu perusahaan, maka nasabah turut serta memiliki perusahaan tersebut dan juga memiliki hak pada kekayaan maupun penghasilannya. Sebagai pemilik, nasabah berhak mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan memiliki hak suara yang dapat turut menentukan kebijakan perusahaan serta menerima bagian dari keuntungan yang dibagikan pada pemegang saham (deviden).

Jenis saham di Bursa Efek Indonesia dapat dikategorikan sesuai dengan kapitalisasi pasar (besar nilai yang diperdagangkan), yaitu:

Read More

1.Saham Unggulan (Big Cap)  Saham jenis ini mayoritas tercatat pada indeks LQ45. Selain nilai kapitalisasinya yang besar, saham-saham ini juga tergolong saham perusahaan besar dengan kinerja dan fundamental yang baik.
2.Saham Lapis Kedua (Medium Cap) Saham jenis ini setingkat dibawah blue chip. Pergerakan harganya cenderung fluktuatid dan ada beberapa saham yang kurang likuid. Namun, fundamental perusahaan cukup baik dan masih dalam tahap proses berkembang.
3.Saham Lapis Ketiga (Small Cap) Saham jenis ini memiliki kapitalisasi pasar yang kecil dan sedikit orang yang memilikinya.

Keuntungan Saham

Belajar Saham itu mudah kok, kamu bisa mengikuti traning online seperti yang sudah disediakan oleh mandiri sekuritas. Maupun lembaga-lembaga sekuritas lainnya. Tunggu apa lagi segera belajar investasi saham sekarang juga

Deviden

Pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Deviden diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalm RUPS. Jika seorang investor ingin mendapatkan deviden, maka investor tersebut harus memegang saham tersebut dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan deviden.

Capital Gain

Selisih antara harga beli dan harga jual dari saham yang dimiliki oleh investor. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per saham yang berarti investor tersebut mendapatakan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya.

Resiko Saham

Capital Loss

Merupakan kebalikan dari capital gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli.

Resiko likuidasi

Resiko yang dapat terjadi dikarenakan saham yang dimiliki tidak dapat dijual dengan cepat atau pada harga yang diinginkan.

Delisting dari bursa

Penghapusan perusahaan di bursa maka perusahaan tersebut akan berubah status dari perusahaan publik menjadi perusahaan privat. Jika itu terjadi maka investor akan kesulitan dalam melakukan transaksi jual beli atau keluar masuk dalam kepemilikan saham.

 

sumber : mandiri sekuritas most.co.id

 

Related posts