PT. Freeport Indonesia untuk Papua

  • Whatsapp

PT. Freeport Indonesia Untuk Papua, Dulu saya menganggap PT. Freeport Indonesia adalah perusahan asing yang beroperasi didaerah Papua dengan mengambil keuntungan yang sebesar- besarnya tanpa peduli dengan lingkungan serta penduduk setempat. Memang betul istilah “kalau tidak kenal maka tidak sayang”, setelah saya bergabung dengan salah satu kontraktor PT. Freeport Indonesia sejak 2010 pandangan yang tadinya negatif berubah menjadi takjub dan bangga bisa menjadi bagian dari perusahaan tersebut.

Sebagai perusahaan Tambang Tembaga yang berkomitmen tinggi atas pembangunan di Papua, PT. Freeport Indonesia selalu mengedepankan program-program yang dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Perwujudan kontribusi ini tersebar dalam berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, pengembangan ekonomi dan infrastruktur melalui konsep “Corporate Social Responsibility” atau (CSR). CSR adalah salah satu elemen penting dalam kegiatan operasional suatu perusahaan yang merupakan bentuk Sumbangsih bagi Negeri. Konsep CSR yang komprehensif akan mampu menghadirkan manfaat bagi pemangku kepentingan, menciptakan hubungan yang harmonis antara pelaku usaha, pemerintah dan warganya.

Kontribusi Freeport Indonesia untuk Masyarakat Papua

1. Pada Sektor Kesehatan

PT. Freeport Indonesia membangun dan mengoperasikan beberapa fasilitas kesehatan yang meliputi klinik kesehatan di SP 9, SP 12, Pomako dan klinik khusus Tuberkulosis (TB) dan Infeksi Menular Seksual (IMS). Melalui Dana Kemitraan yang dikelola oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), dan juga membangun Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) di dataran rendah dan Rumah Sakit Waa Banti di dataran tinggi.

(sumber https://ptfi.co.id/id/photo-gallery)

Fasilitas-fasilitas kesehatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat lokal terutama masyarakat dari Tujuh Suku asli Papua di sekitar wilayah kerja perusahaan. PT. Freeport Indonesia juga terus berkomitmen dan berkontribusi dalam pengendalian malaria di Kabupaten Mimika dengan melakukan berbagai kegiatan yang meliputi konseling dan penyuluhan malaria, penyemprotan, pembagian kelambu, kegiatan pembersihan sanitasi lingkungan, pendeteksian kasus malaria dan promosi anti malaria. Langkah nyata ini berhasil menurunkan kasus malaria di Timika hingga 70% dalam tiga tahun terakhir ini.  

2. Pada Sektor Ekonomi

PT. Freeport Indonesia diakui telah menjadi salah satu penggerak ekonomi di sekitar wilayah operasinya dan telah berhasil membina 118 pengusaha lokal sehingga mampu membuka setidaknya 1.036 lapangan pekerjaan baru. Kehadiran PT. Freeport Indonesia mendorong munculnya berbagai kegiatan ekonomi di Kabupaten Mimika. Melalui program investasi sosial perusahaan dalam bidang ekonomi, PT. Freeport Indonesia terus melakukan identifikasi dan pengembangan peluang kegiatan ekonomi berbasis kearifan dan potensi lokal. Beberapa peluang ekonomi yang dikembangkan dalam program investasi sosial bidang ekonomi antara lain program peternakan, perikanan, perkebunan dan usaha mikro kecil dan menengah.

(Sumber https://www.facebook.com/IDFreeport/ )

3. Pada Sektor Pendidikan

PT. Freeport Indonesia bersama Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) terus melanjutkan investasi dalam bidang pendidikan bagi masyarakat sekitar. Beberapa program pendidikan yang ditawarkan sebagai program investasi sosial perusahaan meliputi program beasiswa, asrama dan pendidikan kejuruan. Program Beasiswa telah menjadi salah satu program yang memberi manfaat besar bagi masyarakat asli Papua disekitar wilayah perusahaan. Pada akhir tahun 2018, tercatat sebanyak 591 siswa mendapatkan beasiswa dari LPMAK. Program asrama juga telah menjadi program unggulan untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan, khususnya bagi mereka yang berasal dari daerah terpencil di Kabupaten Mimika.

Melalui Dana Kemitraan, LPMAK membangun dan mengelola lima asrama bagi siswa asal Papua. Empat asrama beroperasi di wilayah Kabupaten Mimika dan satu asrama berada di Semarang, Jawa Tengah. Kelima asrama tersebut memberi manfaat bagi 863 siswa pada akhir tahun 2018. PT. Freeport Indonesia juga mengelola sebuah asrama di dataran tinggi Tembagapura yang bernama Asrama Tomawin. Asrama Tomawin merupakan asrama yang didirikan PT. Freeport Indonesia bagi siswa asal Suku Amungme yang berada di dataran tinggi.

(Sumber https://www.facebook.com/IDFreeport/ )

Selain itu PT. Freeport Indonesia juga mendirikan Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) yaitu sebuah lembaga pendidikan untuk melatih generasi muda Papua memasuki dunia kerja khususnya dalam bidang pertambangan. Sejak didirikan tahun 2003, institusi ini telah melatih lebih dari 4.000 siswa dalam program Apprentice dan Diploma Administrasi Bisnis. Hingga tahun 2018, sebanyak 2.982 siswa telah diterima sebagai tenaga kerja PT. Freeport Indonesia atau perusahaan kontraktor.

4. Pada Sektor Infrastruktur

PT. Freeport Indonesia telah membangun berbagai infrastruktur bagi masyarakat dan mendukung pembangunan di Kabupaten Mimika. Program Tiga Desa merupakan program infrastruktur bagi masyarakat di Banti, Tsinga dan Aroanop di dataran tinggi. Melalui program ini, PT. Freeport Indonesia menyediakan dana, peralatan, bahan, transportasi dan tenaga kerja untuk membangun jaringan infrastruktur yang mencakup lebih dari 300 rumah, 400 tangki septik, 3 sekolah, 10 rumah guru, 3 klinik, 3 pasar, 13 gereja, 20 jembatan, generator 225KW, dan 2 lapangan terbang.

PT. Freeport Indonesia juga menandatangani kesepakatan dengan pemerintah daerah pada tahun 2013 untuk membangun fasilitas olahraga kelas dunia yang secara khusus mendukung provinsi Papua menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020. Dan pada tahun 2018, PT. Freeport Indonesia juga telah menyelesaikan pembangunan dua instalasi pengolahan air, satu penampungan air, enam dari tujuh sumur bor, dan gedung perkantoran pendukung.

penghargaan csr(Sumber https://www.facebook.com/IDFreeport/ )

Maka tidak heran kalau pada 4 Oktober 2018 lalu, PT. Freeport Indonesia mendapatkan apresiasi pada acara TOP CSR award 2018 yang diselenggarakan oleh majalah Business News Indonesia. TOP CSR Award adalah ajang pemberian penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia yang dinilai telah mengimplementasikan konsep CSR terbaikDi ajang ini, PT. Freeport Indonesia tidak hanya menyabet satu, namun tiga penghargaan sekaligus, yakni

  1. Top Leader on CSR Commitment 2018,

  2. Top CSR 2018 untuk Sektor Pertambangan

  3. Top CSR 2018 untuk Program Infrastruktur.

Untuk kategori TOP Leader on CSR Commitment 2018, PT. Freeport Indonesia berhasil terpilih ke dalam 20 perusahaan yang mendapatkan pengakuan atas komitmen CSR-nya dari total 70 perusahaan yang masuk sebagai finalis. Untuk penghargaan kedua, yakni TOP CSR 2018 untuk Sektor Pertambangan, PT. Freeport Indonesia masuk ke dalam delapan perusahaan yang meraih penghargaan dari total 17 perusahaan yang lolos sebagai finalis.

bandara mozes kilangin(Sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Bandar_Udara_Mozes_Kilangin )

Untuk kategori “program infrastruktur”, PT. Freeport Indonesia juga mendapat penghargaan atas pembangunan infrastruktur yang dilakukannya di Timika, seperti pembangunan Bandara Internasional Mozes Kilangin, Rumah Sakit Mitra Masarakat (RSMM), Jembatan Pomako, Kompleks Olahraga Mimika, Fasilitas Air Minum hingga Kantor Pemerintahan Mimika.

 

Dari Papua untuk Indonesia

Related posts